S.U.R.A.B.A.Y.A……
Sebuah kota yang jarang sekali saya datangi dan tidak begitu familiar dengannya. Soalnya tidak ada saudara saya yang tinggal di kota ini so jadilah saya jarang sekali berkunjung karenanya. Kalo bisa dihitung seingat saya baru empat kali say a ‘berada” di kota ini. Yang 2 kali pertama adalah waktu mau jalan-jalan ke Bali jaman masih muda dulu (sekarang juga masih muda seeh), yang sebetulnya hanya lewat saja, terus yang ke-3 adalah setahun lalu waktu akan jalan-jalan ke Malang, yang sebetulnya hanya transit saja di stasiun Surabaya Gubeng, hehehe…. Nha..baru yang ke-4 pada akhir bulan Juni kemarin saya dengan sengaja menyempatkan diri bermain di kota ini… Mmm…oke oke…. Sebetulnya mau menghadiri pernikahan temen kuliah saya yang rumahnya di Surabaya… hohohoho…
Berangkat dari terminal Giwangan Yogyakarta jam 10 malam naik bus Eka bersama 2 teman saya dan sampai di Surabaya sekitar jam 5 pagi. Setelah sholat subuh saya terpikirkan untuk menelepon teman dedemit maya saya yang kebetulan membanting tulang di kota yang keras ini untuk mengabarkan bahwa pangeran impiannya telah datang… -duaaar… kompor meledug- Saya teleponlah beliau ini, saudari Tac a.k.a Cicek. …Lupa lupa lupa lupa lupa lagi syairnya…ingat ingat ingat ingat cuma ingat kuncinya…. terdengarlah RBT sang Cicek ini dari seberang sana… *pletaaak… -dilempar setrika ma si bu Cicek….- Ups…baiklah diralat : … terdengarlah RBT Nasyid Raihan di seberang sana… -kesamber geledeg- Setelah percumbuan yang lumayan alot akhirnya beliau dengan baik hati bersedia menemui pangeran charmingnya dengan sukarela… Di mana? Ya di terminal laaah….pan lagi di terminal… Yap sodara-sodara. Nggak salah baca kok. Pertemuan di terminal, sebuah tempat yang sangat eksklusif sekali untuk bertemu sodara-sodara, the best meeting point in town…. Bukan begitu ibu Evelyn? Benar sekali mbak Feny, sekali lagi lokasi, lokasi, dan lokasi….
Singkat kata bertemulah kami di terminal. Pertemuan kami yang pertama kali!!! Saya melihat dia dari kejauhan dan kami pun saling berlari menemui, bak Shah Rukh Khan yang lama tak bersua dengan Kajol, berpelukan, berlinang air mata. Jangan dibayangkan sodara-sodara..karena kejadiannya tidak seperti itu. Sumpah!!! Setelah ngobrol-ngobrol gak jelas (ngobrol opo to waktu itu tik? qiqiqiq…), beliau menjelaskan tidak bisa menemani kami jalan-jalan karena ternyata teman dunia maya beliau yang lain juga datang. (hidup di berapa dunia seh emangnya?). Saya pun mafhum karena saya pun punya acara tersendiri. Tahukah Anda acara apakah itu? Yap benar sekali. Kondangan. Yaeyalah.. pan udah di kasih tau di depan.
Bu Cicek dan dua teman saya.
Setelah menghadiri acara resepsi teman saya, siangnya kami memutuskan untuk menyempatkan diri melihat jembatan SuraMadu. Saya pun menelpon Bu Cicek lagi dan tenyata gayung pun bersambut. Teleponnya diangkat! (opo too?). Ternyata beliau juga mau jalan ke Suramadu bersama temannya itu tapi mereka naik motor sedangkan saya dan teman-teman naik mobil teman saya yang tinggal di seputaran Surabaya. Ya wes…kami pun berangkat duluan karena bu Cicek dan temannya sedang berkunjung ke Museum Sampoerna. Kami mengarahkan mobil ke arah Suramadu (masak ke Golden Gate sih? Gak mungkin kan.) Dan ternyata sodara-sodara apa yang terjadi? Macet! Yap macet parah di gerbang tolnya. Kemacetan lebih menjadi-jadi di antrian sepeda motor (sabar ya bu cicek…). Setelah menunggu sekitar hampir 1 jam lewatlah kami ke Suramadu. Di tengah jembatan kami sempatkan berenti untuk (tetep) foto-foto. Untung waktu itu masih belum ditilang ya kalo berenti.
Kemacetan di pintu tol Suramadu.
Mobil-mobil berhenti untuk menikmati pemandangan dari tengah laut.
Walaupun antrinya hampir 1 jam-an tapi lewat jembatan ini tak lebih dari sekitar 15 menitan. Setelah sampai di Madura langsung cabut lagi puter balik ke arah Surabaya karena setelah itu kami akan melanjutkan perjalanan ke Malang. Sayang sekali saya tidak bisa bertemu dengan ibu Cicek lagi pada saat itu. Tapi beliau dengan baik hatinya menelepon saya dan menawari saya untuk sebuah kaos CakCuk yang keren. Makasih ya bu Cicek. It’s so nice to know you.
Kaos Cakcuk yang saya terima setelah kembali ke Jakarta. Mohon anak-anak dilarang membaca kata-katanya. -khusus dewasa-