Tanjung Papuma

Tanjung Papuma

Sebuah surga yang tersembunyi di balik pegunungan……

Sunrise di Pantai Papuma

Hidden Paradise

Categories: Uncategorized | 1 Komentar

Ayo (jangan) boikot bayar pajak!!!

Beberapa hari ini santer sebuah nama melenggak-lenggok di headline berita-berita di tv tentang seorang pegawai pajak yang punya rekening sampai 25 M. Yup…sebut saja namanya Jayus (bukan nama sebenarnya). DJP yang sudah susah payah melakukan reformasi birokrasi yang ibaratnya membangun ‘building block’ citra yang baik nyaris runtuh seketika. Sebagai orang yang menyaksikan (dan mengalami) secara langsung reformasi di Kementrian Keuangan khususnya di DJP saya merasa sedih sekali. Saya merasakan sendiri perbedaan di DJP sebelum modernisasi dan sesudah modernisasi. Hey guys…pajak BENAR-BENAR beda sekarang!!!

Kemudian tidak hanya di tivi tapi di facebook pun mulai ramai gerakan boikot membayar pajak. Ke mana ya jalannya pikiran orang-orang yang menyerukan pemboikotan pajak ini. Emang mereka pikir jalan, rumah sakit, bahkan bensin yang sehari-hari mereka pakai itu dibiayai dari mana??? Baca komentar-komentar mereka di grup tersebut bikin saya makin miris.Alasan mereka tidak mau membayar pajak karena mereka tidak mau uang penyetoran pajak mereka ditilep oleh pegawai pajak. Sepertinya ketahuan sekali kan kalu mereka BELUM pernah bayar pajak. Ditilep darimana wong pajak itu langsung di setor ke bank persepsi / kantor pos BUKAN di kantor pajak. Penjelasannya bisa dibaca di kompasiana . Hey bung, mbok ya kalo bicara itu dipikir dulu biar keliatan intelek gitu….

Satu lagi yang bikin saya nelangsa. Di berita-berita baik di tivi maupun internet ini memberitakan bahwa si Jayus ini lulusan Diploma IV STAN. Bahkan katanya sampai ada wartawan Metro TV yang datang ke kampus. Saya yang sedang kuliah tugas belajar Diploma IV STAN ini langsung tertohok. Astaga, nama almamater di bawa-bawa. Bahkan ada yang bilang kalo STAN ini pencetak koruptor. Na’udzubilahimindzalik… Kok ya gara-gara satu orang, satu almamater terkena getahnya. Geram banget dibuatnya. Saya yakin masih banyak teman-teman STAN saya yang berdedikasi dan berintegritas tingggi. Masih banyak teman-teman yang takut dengan akhirat. Hey mas, mbak, bapak, ibu, saudara, saudari… STAN bukanlah seperti itu, STAN adalah tempat para pakar-pakar keuangan dicetak sebagai penjaga keuangan negara, NAGARA DHANA RAKCA.

pajak

pajak

Well, akhir kata… Saya cuma berharap bahwa gara-gara satu orang Jayus ini kemudian janganlah menggeneralisir bahwa semua pegawai Depkeu begitu, pegawai DJP begitu, lulusan STAN begitu. Tidak tidak tidak…. Kami TIDAK begitu. Jangan ragukan integritas kami. Dan tidak usahlah pake acara boikot bayar pajak segala. Justru akan merugikan kita sendiri, Bangsa Indonesia. Yang beranggapan bahwa lebih baik bayar zakat daripada pajak tolong ubah mindset anda. Pajak juga bermanfaat sama halnya dengan zakat. Jika zakat adalah ketentuan syariat maka pajak adalah ketentuan dari ulil amri dalam hal ini pemerintah. Bukankah ada ayat yang mengatakan (CMIIW) : “Ati’ullaha wa ati’ur rasula wa ulil amri minkum” yang artinya : “Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (Surat An-Nissa ayat 59). Jadi jika ingin negara kita berjalan baik maka taatilah aturan dari ulil amri, tentunya aturan yang baik dan benar dong, salah satunya adalah bayar pajak yang berfungsi untuk mendistribusikan pendapatan. So Lunasi pajaknya, dan awasi penggunaannya (dan pemungutannya). Oke, maaf jika ada kesalahan dari tulisan saya ini. Semoga tidak ada lagi cerita-cerita jayus yang lainnya.
Categories: Uncategorized | Tinggalkan Komentar

…Ada Apa di SuRaBaYa…

S.U.R.A.B.A.Y.A……

Sebuah kota yang jarang sekali saya datangi dan tidak begitu familiar dengannya. Soalnya tidak ada saudara saya yang tinggal di kota ini so jadilah saya jarang sekali berkunjung karenanya. Kalo bisa dihitung seingat saya baru empat kali say a ‘berada” di kota ini. Yang 2 kali pertama adalah waktu mau jalan-jalan ke Bali jaman masih muda dulu (sekarang juga masih muda seeh), yang sebetulnya hanya lewat saja, terus yang ke-3 adalah setahun lalu waktu akan jalan-jalan ke Malang, yang sebetulnya hanya transit saja di stasiun Surabaya Gubeng, hehehe…. Nha..baru yang ke-4 pada akhir bulan Juni kemarin saya dengan sengaja menyempatkan diri bermain di kota ini… Mmm…oke oke…. Sebetulnya mau menghadiri pernikahan temen kuliah saya yang rumahnya di Surabaya… hohohoho…
Berangkat dari terminal Giwangan Yogyakarta jam 10 malam naik bus Eka bersama 2 teman saya dan sampai di Surabaya sekitar jam 5 pagi. Setelah sholat subuh saya terpikirkan untuk menelepon teman dedemit maya saya yang kebetulan membanting tulang di kota yang keras ini untuk mengabarkan bahwa pangeran impiannya telah datang… -duaaar… kompor meledug- Saya teleponlah beliau ini, saudari Tac a.k.a Cicek. …Lupa lupa lupa lupa lupa lagi syairnya…ingat ingat ingat ingat cuma ingat kuncinya…. terdengarlah RBT sang Cicek ini dari seberang sana… *pletaaak… -dilempar setrika ma si bu Cicek….- Ups…baiklah diralat : … terdengarlah RBT Nasyid Raihan di seberang sana… -kesamber geledeg- Setelah percumbuan yang lumayan alot akhirnya beliau dengan baik hati bersedia menemui pangeran charmingnya dengan sukarela… Di mana? Ya di terminal laaah….pan lagi di terminal… Yap sodara-sodara. Nggak salah baca kok. Pertemuan di terminal, sebuah tempat yang sangat eksklusif sekali untuk bertemu sodara-sodara, the best meeting point in town…. Bukan begitu ibu Evelyn? Benar sekali mbak Feny, sekali lagi lokasi, lokasi, dan lokasi….
Singkat kata bertemulah kami di terminal. Pertemuan kami yang pertama kali!!! Saya melihat dia dari kejauhan dan kami pun saling berlari menemui, bak Shah Rukh Khan yang lama tak bersua dengan Kajol, berpelukan, berlinang air mata. Jangan dibayangkan sodara-sodara..karena kejadiannya tidak seperti itu. Sumpah!!! Setelah ngobrol-ngobrol gak jelas (ngobrol opo to waktu itu tik? qiqiqiq…), beliau menjelaskan tidak bisa menemani kami jalan-jalan karena ternyata teman dunia maya beliau yang lain juga datang. (hidup di berapa dunia seh emangnya?). Saya pun mafhum karena saya pun punya acara tersendiri. Tahukah Anda acara apakah itu? Yap benar sekali. Kondangan. Yaeyalah.. pan udah di kasih tau di depan.

Bu Cicek dan dua teman saya.


Setelah menghadiri acara resepsi teman saya, siangnya kami memutuskan untuk menyempatkan diri melihat jembatan SuraMadu. Saya pun menelpon Bu Cicek lagi dan tenyata gayung pun bersambut. Teleponnya diangkat! (opo too?). Ternyata beliau juga mau jalan ke Suramadu bersama temannya itu tapi mereka naik motor sedangkan saya dan teman-teman naik mobil teman saya yang tinggal di seputaran Surabaya. Ya wes…kami pun berangkat duluan karena bu Cicek dan temannya sedang berkunjung ke Museum Sampoerna. Kami mengarahkan mobil ke arah Suramadu (masak ke Golden Gate sih? Gak mungkin kan.) Dan ternyata sodara-sodara apa yang terjadi? Macet! Yap macet parah di gerbang tolnya. Kemacetan lebih menjadi-jadi di antrian sepeda motor (sabar ya bu cicek…). Setelah menunggu sekitar hampir 1 jam lewatlah kami ke Suramadu. Di tengah jembatan kami sempatkan berenti untuk (tetep) foto-foto. Untung waktu itu masih belum ditilang ya kalo berenti.
Kemacetan di pintu tol Suramadu.

Mobil-mobil berhenti untuk menikmati pemandangan dari tengah laut.

Walaupun antrinya hampir 1 jam-an tapi lewat jembatan ini tak lebih dari sekitar 15 menitan. Setelah sampai di Madura langsung cabut lagi puter balik ke arah Surabaya karena setelah itu kami akan melanjutkan perjalanan ke Malang. Sayang sekali saya tidak bisa bertemu dengan ibu Cicek lagi pada saat itu. Tapi beliau dengan baik hatinya menelepon saya dan menawari saya untuk sebuah kaos CakCuk yang keren. Makasih ya bu Cicek. It’s so nice to know you.
Kaos Cakcuk yang saya terima setelah kembali ke Jakarta. Mohon anak-anak dilarang membaca kata-katanya. -khusus dewasa-
Categories: Uncategorized | 3 Komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Categories: Uncategorized | 1 Komentar

Blog pada WordPress.com. Tema: Adventure Journal oleh Contexture International.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.